“Mak, apa do’a gelandangan seperti kita didengar Tuhan?”
“Pasti Nak. Makanya kita sampai sekarang tetap bisa makan”
“Iya ya Mak. Coba kalau kita tidak…”
“Udah..cepat tidur. Biar besok bangun lebih pagi. Ntar keduluan anjing. Jangan lupa berdo’a dulu”
Wanita itu menata kardus untuk alas tidur anaknya. Setelah selesai, dia membaringkan kepala anaknya di atas sebuah bungkusan plastik. Sebagai bantal.
“Ayo nak, berdo’a…”
“Tuhan…moga-moga…”
“Ssssttt…jangan keras-keras, nanti tetangga sebelah kita dengar…bertambah saingan Kita”
“Iya Mak….” Anaknya memejamkan mata. Entah membayangkan apa. “Tuhan, buatlah orang-orang di rumah besar itu selalu membuang sisa makanan yang banyak dan enak-enak. Biarkanlah mereka tetap tidak menghargai rezekiMu, agar Kami tetap bisa mengais dari bak sampahnya.
Tuhan, matikanlah anjing-anjing yang suka mendahului kami tiba di sana. Amin”
:::::