Aku terdiam membaca surat di tanganku. Ada amarah yang tersimpan di setiap kata-katanya. Amarah dari seorang adik terhadap kehidupan. Yang ditumpahkan kepadaku, kakak yang diyakininya menjadi pangkal penyebab.
“Bang, Aku sudah capek mengurus Ayah sama Mamak. Aku minta kita bergantian. Biar sama-sama merasakan, walau selama ini Abang selalu mencukupi Kami dengan biaya hidup.
Baca Lanjutannya…